PT ASDP Berikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Pengungsi Erupsi Gunung Agung

BALI --- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama dengan Kementerian Perhubungan dan mitra kerja lainnya turut berpartisipasi dalam pemberian dan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada pengungsi korban bencana erupsi Gunung Agung, di Bali.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Faik Fahmi menyampaikan rasa prihatin dan turut sepenanggungan kepada masyarakat Bali yang menjadi korban erupsi gunung api aktif di pulau Dewata tersebut. 

"Kami turut prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Bali, khususnya masyarakat di Klungkung yang kini harus mengungsi. Diharapkan, bantuan kemanusiaan yang kami sampaikan ini dapat meringankan beban yang ditanggung oleh masyarakat," katanya, Kamis (28/9).

Dibawah koordinasi Kementerian Perhubungan dan sinergi mitra perhubungan, sejumlah bantuan disampaikan kepada pengungsi yang terdiri dari beras sebanyak 35 ton, paket perlengkapan bayi, selimut dan makanan tambahan, 1 tangki air bersih serta 3 unit truk guna memobilisasi bantuan untuk para pengungsi.

Faik berharap, bantuan yang disampaikan oleh PT ASDP bukan semata untuk meringankan beban, tetapi para pengungsi dapat merasakan kehadiran dan peran serta PT ASDP Indonesia Ferry dalam melayani transportasi masyarakat Bali pada khususnya. "Semoga masyarakat yang terdampak erupsi Gunung Agung diberikan kesabaran, dan kesehatan. Bersama-sama kita panjatkan doa agar musibah ini dapat segera berakhir, dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing," tuturnya.

Pada hari Kamis (28/9) pagi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi pos penampungan pengungsi korban bencana erupsi Gunung Agung di lapangan Swecapura Klungkung, Bali. Pada kesempatan ini Menhub dan perwakilan mitra kerja Kementerian Perhubungan menyerahkan bantuan kepada para pengungsi, dengan rincian PT ASDP Indonesia Ferry memberikan sumbangan berupa paket perlengkapan bayi, selimut dan makanan, sumbangan beras dari Garuda Indonesia (3 ton), Pt. Angkasa Pura I (3 ton), PT Angkasa Pura II (3 ton), Perum LPPNPI/Airnav Indonesia (3 ton), PT. Pelindo I (3 ton), PT Pelindo II (10 ton), dan PT Pelindo III (10 ton) serta 1 tangki air bersih dan 3 unit truk berasal adari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI).

“Dengan bantuan yang diserahkan ini, saya harapkan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang saat ini tengah mendapatkan cobaan erupsi Gunung Agung," ujar Menhub.

Untuk memfasilitasi mobilitas masyarakat dari dan ke area pengungsian, disediakan pula bantuan angkutan khusus pengungsi dari area penampungan sebanyak 3 bus Damri. 

Bahkan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan skema evakuasi bagi 5000 penumpang pesawat udara yang terdampak apabila Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dinyatakan ditutup akibat penyebaran debu vulkanik Gunung Agung. Diperkirakan dari 5000 penumpang, 70 persen akan keluar dari Bali dan sisa 30 persen merupakan penumpang yang berasal dari Bali.

Pihak bandara dan moda transportasi angkutan darat dan penyeberangan telah berkoordinasi dengan unit-unit pengelola untuk mempersiapkan alternatif transportasi dalam rangka penanganan erupsi Gunung Agung. Kemenhub telah menyiapkan 100 bus untuk mobilisasi penumpang keluar Bali melalui Banyuwangi, Surabaya dan Praya. 

 

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)