Baru 21 Persen, Masih 745.183 Orang Pemudik yang Belum Kembali ke Jawa

BAKAUHENI --- Dengan kondisi terdistribusinya arus balik Lebaran 2017 yang disebabkan alokasi cuti bersama dan libur anak sekolah yang cukup panjang, masih banyak pemudik ferry dari Sumatera yang belum kembali ke Pulau Jawa. 
Berdasarkan data Posko Bakauheni, dari total penumpang arus mudik yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga hari H Lebaran sebanyak 943.371 orang, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 198.188 orang atau baru sekitar 21 persen.  
"Masih 745.183 orang lagi yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa. Diperkirakan arus balik akan terus mengalir hingga akhir pekan ini, dimana sebagian masyarakat yang melakukan perjalanan akan kembali beraktivitas pada Senin (3/7)," tutur Faik Fahmi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Kamis (29/6).
Untuk roda 2, dari total 81.402 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, telah kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 17.094 atau sekitar 21 persen. Masih cukup banyak roda dua yang belum kembali sekitar 64.308 unit sepeda motor. 
Sedangkan untuk roda 4, dari total 96.330 unit yang menyeberang dari Merak sejak H-10 hingga H Lebaran, baru kembali dari Bakauheni hingga hari ini sebanyak 22.236 atau baru 23 persen. Artinya, masih 74.094 unit roda 4 yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa.
Total kendaraan yang belum kembali dari Sumatera ke Jawa, dari total 197.250 unit yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni pada H-10 hingga H Lebaran, tercatat baru 40.765 unit yang sudah menyeberang kembali ke Merak atau baru sekitar 21 persen. Masih ada sekitar 156.485 unit kendaraan lagi yang belum kembali ke Jawa. 
Dari lintasan lainnya, untuk total pengguna jasa yang menyeberang dari H-10 sampai dengan H+2 di Pelabuhan Ketapang, 
Penumpang tercatat sebanyak 331.668 orang atau naik 2% dari tahun lalu sebanyak 324.507 orang; roda dua sebanyak 21.010 unit atau turun 13% dari tahun lalu 24.096 unit; dan roda 4 mencapai 53.142 unit atau naik 5% dari tahun lalu 50.573 unit.
"Ada pergeseran tren pemudik, dari pengguna sepeda motor, tahun ini lebih banyak yang membawa mobil pribadi atau roda 4. Tingkat perekonomian alami kenaikan, ada yang membeli baru ataupun sewa mobil untuk mudik," tutur GM PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang Elvi Yoza. 
Sedangkan pengguna jasa di Pelabuhan Gilimanuk, penumpang tercatat 562.564 orang atau turun 3% dari tahun lalu 579.298 orang; roda dua sebanyak 106.041 unit atau turun 5% dari tahun lalu 111.357 unit; dan roda 4 mencapai 67.787 unit atau naik 1% dari tahun lalu sebanyak 67.161 unit.
Manfaatkan Tiket Online 
Namun demikian, PT ASDP menjamin ketersediaan sarana dan prasarana memadai selama layanan arus balik berlangsung. "Pengguna jasa diminta agar memanfaatkan layanan penjualan tiket online dengan mengakses http://tiket.indonesiaferry.co.id. Tidak hanya dapat mengurangi antrian pembelian tiket di pelabuhan, pemudik yang beli tiket online dapat menikmati jalur khusus di pelabuhan dengan waktu scan barcode lebih singkat, sehingga akses menuju kapal juga lebih cepat," kata Faik lagi.
Apalagi, layanan penjualan tiket online ini merupakan strategi dan inovasi perdana PT ASDP yang juga menawarkan skema perjalanan kapal terjadwal. Pengguna jasa mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan dari setiap perjalanan kapal yang dipilihnya. 
Adapun layanan penjualan tiket penyeberangan berjadwal secara online saat ini baru berlaku bagi pengguna jasa di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk untuk kendaraan roda 2, kendaraan roda 4 (pribadi, pick-up, box barang) dan mobil travel jenis Elf. 
Selain menerapkan layanan penjualan tiket online, PT ASDP juga membuka loket penjualan di luar area pelabuhan (buffer zone) yang bertujuan untuk memecah arus masuk ke pelabuhan karena kapasitas pelabuhan yang terbatas, yang diharapkan mereduksi antrian di pelabuhan agar tidak panjang.
Kedua, buffer zone juga sebagai tempat untuk mengedukasi pengguna jasa untuk transaksi online karena baru diterapkan, agar penggguna jasa terbiasa melakukan transaksi online kedepannya.
Buffer zone menjadi tempat "check in", agar setelah sampai pelabuhan waktu pelayanan di loket lebih singkat karena hanya tinggal boarding dengan scan/tembak barcode yang sudah didapat pengguna jasa. Pengguna jasa yang telah membeli tiket online, dapat melakukan check in minimal dua jam sebelum masuk ke pelabuhan. 
"Ini sebagai bentuk komitmen kita terhadap pengguna jasa dalam meningkatkan pelayanan dengan extra effort yang kita berikan atas pemenuhan fasilitas-fasilitas "extra" yang sudah disiapkan," kata Direktur Pelayanan dan Fasilitas PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Christine Hutabarat.
Untuk akses menuju Pelabuhan Bakauheni, lokasi buffer zone tersebar di 3 titik, yaitu Terminal Rajabasa, Masjid Agung Kalianda, dan Rumah Makan Begadang 4.  
Dan untuk lokasi buffer zone menuju Pelabuhan Ketapang, lokasi buffer zone terbagi di 3 titik yaitu Istana Gandrung,  Jembatan Timbang Watudodol, dan Pelindo Tanjung Wangi.
Christine menegaskan, PT ASDP menjadikan momen angkutan Lebaran 2017 untuk lebih meningkatkan kualitas layanan penyeberangan sehingga memberikan pengalaman perjalanan ferry saat mudik yang lebih berkesan tahun ini. 
"Tidak hanya tiket online berjadwal dan buffer zone, kami juga menyiapkan armada berkapasitas besar serta mengakselerasi kecepatan kapal sehingga waktu tempuh lebih singkat. Selain itu, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa, kami juga memisahkan (sistem klaster) untuk kendaraan dan pengaturan jalur antrian penumpang dan kendaraan demi ketertiban saat naik kapal," jelas Christine.
 CORPORATE SECRETARY PT ASDP INDONESIA FERRY (PERSERO)