ASDP Targetkan Pendapatan Naik 30%
14.08.2008

Perubahan yang akan dilakukan ASDP itu, antara lain penambahan armada kapal di penyeberangan Merak-Bakauheni, pembenahan arus antrean, penerapan tiket elektronik, dan penyempurnaan fasilitas pelabuhan di tiga titik, yaitu Merak-Bakauheni, Ujung-Kamal, serta Ketapang-Gilimanuk. Secara bertahap, pembenahan sejumlah layanan itu akan mulai diterapkan pada H-7 Lebaran 2008.

"ASDP memperbarui sistem informasi. Jadi, setiap kapal yang jalan dan bersandar akan bisa dipantau melalui sistem GPS," paparnya. Melalui sistem tersebut, diharapkan setiap kapal yang berlayar dapat berangkat dan tiba tepat waktu di pelabuhan tujuan. Sebab, menurut Bambang, selama ini banyak kapal-kapal yang nakal atau berlayar dengan kecepatan tidak optimal.

ASDP, tuturnya, juga akan menambah satu kapal baru yang akan dapat memuat 1.000 orang penumpang dan 120 truk. Kapal yang akan tiba pada 2009 ini dapat menempuh penyeberangan Merak-Bakauheni hanya dalam waktu 35 menit.
Saat ini, menurut Bambang, feri yang tersedia di Merak-Bakauheni berjumlah 20 unit. Namun, hanya 15 yang siap operasi. Padahal, penyeberangan itu setidaknya membutuhkan 19 kapal siap operasi untuk 72 kali penyeberangan.
Bambang melanjutkan, untuk meningkatkan layanan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan mengakuisisi kapal dari perusahaan lain, termasuk akuisisi perusahaan.

Komitmen perubahan tersebut, kemarin, ditandai dengan pemberlakuan pakta integritas untuk seluruh jajaran direksi, karyawan, dan staf. Perubahan juga dilakukan dengan mengubah nama dan logo menjadi PT Indonesia Ferry (persero).
Transformasi dilakukan ASDP agar dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai korporasi negara yang menguntungkan. Selain itu, menyediakan transportasi antarpulau dan menyediakan akses penyeberangan ke wilayah yang sulit dijangkau.(Slv/E-2)

Sumber : Media Indonesia , 6 Agustus 2008