Tiket Elektronik di Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang
14.08.2009

 

Suasana Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Rabu lalu. Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal meresmikan penggunaan tiket elektronik di Pelabuhan Gilimanuk - Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur), Kamis (13/8). Gilimanuk Ketapang dilengkapi 34 unit kamera pemantau (CCTV), yang memungkinkan suasana penyeberangan bisa dipantau dari mana pun.
 
 
GILIMANUK, KOMPAS - Setelah menerapkan tiket elektronik di Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, mulai Kamis (13/8), PT Indonesia Ferry menerapkannya di Gilimanuk (Bali)-Ketapang (Jawa Timur). Bagian dari upaya modernisasi pelabuhan penyeberangan penting untuk memperlancar pergerakan barang dan orang.
 
Terlebih lagi, sebagian besar barang kebutuhan di Bali dipasok dari Jawa Timur sehingga gangguan sedikit pun dapat melemahkan perekonomian Bali. Pelabuhan penyeberangan juga pintu masuk turis asing dari Pulau Jawa sehingga kondisi fisik dan pelayanannya harus optimal.
 
”Kami mendukung penerapan tiket elektronik ini sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Bagi operator kapal, akuntabilitas penting untuk pembagian pendapatan. Bagi penumpang, demi kenyamanan dan kepastian penyeberangan,” kata Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal, di Gilimanuk.
 
Modernisasi pelabuhan penyeberangan tak hanya tiket elektronik, tetapi juga dilengkapi dengan kamera pemantau (CCTV) sehingga kondisi terkini pelabuhan selalu terpantau. Ada 34 unit CCTV, yang dipasang di dua pelabuhan itu. ”Kondisi pelabuhan Gilimanuk-Ketapang selalu dapat ditonton secara real-time (langsung) dari kantor Departemen Perhubungan. Dan, tentu saja dari kantor Indonesia Ferry,” kata Direktur Utama Indonesia Ferry Bambang Soerjanto.
 
Bambang mencontohkan, kondisi Pelabuhan Merak kini dapat dipantau dari kantor Kepolisian Daerah Banten. Dalam waktu dekat, infrastruktur serupa dapat dipasang di Polda Bali, Polda Jatim, dan kantor kabupaten.
 
Menhub menjelaskan, Presiden telah meminta pengetatan keamanan di obyek vital, seperti bandara, pelabuhan, hingga penyeberangan. ”Bila penyeberangan aman, bisa menjadi pusat pertumbuhan,” ujarnya. (RYO)