Puskordal Selat Sunda Dibangun di Pelabuhan Merak
19.03.2009

Merak, 19 Maret 2009 - Pusat Koordinasi dan Pengendalian Selat Sunda (Puskordal) diresmikan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at di hadapan sejumlah perwakilan instansi maritim Banten seperti Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten, PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Utama Merak, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Adpel Banten, Ditpolair Polda Banten, Kantor Bea dan Cukai, serta sejumlah pihak lainnya. Peresmian tersebut berlangsung di Pelabuahan PT. Indonesia Ferry (Persero) cabang Merak pada Kamis (19/03).

 
Direktur Utama PT. Indonesia Ferry (Persero), Ir. Bambang Soerjanto yang datang langsung untuk menyaksikan acara peresmian sekaligus simulasi pembebasan sandera dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) menyambut baik atas dibentuknya Puskordal yang berlokasi di gedung Bundar Pelabuhan Merak itu.
 
“Saya menyambut baik hal ini untuk keamanan perairan selat sunda. Puskordal yang merupakan pertama kali dibentuk di Indonesia menjadi kebanggan kita semua dan kami juga turut bangga ikut menyatukan nusantara,” ujarnya.
 
Sementara itu, walikota Cilegon mengatakan, pihaknya menyambut baik terbentuknya Puskordal sebab dengan terbentuknya Puskordal, pertahanan untuk mengamankan Selat Sunda akan lebih kuat dan mantap.
 
”Di Cilegon banyak terdapat objek-objek vital, yang suatu saat membutuhkan pengamanan kontigensi jika terjadi musibah atau yang berhubungan dengan keselamatan. Termasuk juga perairan Selat Sunda dari aksi terorisme,” paparnya.
 
Peresmian Puskordal ini, diramaikan oleh demonstrasi dari komando pasukan katak (Kopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang melibatkan sedikitnya 110 pasukan yang dibantu dari sejumlah intansi maritim.
Demontrasi menggambarkan, aksi perompakan yang dilakukan sekelompok teroris dengan membajak KMP Jatra III.
 
Aksi pembebasan berlangsung penuh ketegangan, dimana Jatra III yang ketika itu hendak menuju Pelabuhan Merak tiba-tiba mengirimkan sinyal distress tanda bahaya ke Puskordal. Menerima sinyal itu, Puskordal langsung mengirimkan kapal-kapal dari unsur TNI AL berupa kapal patroli untuk melakukan identifikasi. Bahkan, pesawat casa menerjunkan enam orang penerjun untuk mengevakuasi.
 
Dua tim sea rider pun tak kalah cepat menuju kapal Jatra III yang mencekam dengan terdengarnya sejumlah tembakan, dan telah diletakannya bom aktif di dalamnya. Dengan penuh perjuangan, Kopaska Armabar berhasil menguasai kapal dengan evakuasi dari darat dan laut yang dilakukan.
Hanya dalam hitungan 15 menit, para personel Kopaska Mabar membekuk para teroris dan mengamankan bom untuk dievakuasi. Baik bom yang berada di dalam kapal maupun di darat yang sudah ditempatkan teroris.
 
Komandan Lantamal (Danlantamal) Laksmana I TNI Bambang Suwarto yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, Selat Sunda memang cukup rawan kriminalitas, baik dari aksi teroris atau perompakan. “Maka dari itu, dengan dibentuknya Puskordal Banten saya harap jangan ada yang merasa paling berperan. Tetapi, mari bersama-sama jaga keamanan Selat Sunda. Kita pun dari Koarmabar siap membantu,” ujarnya.

Coorporate  Secretary PT Indonesia Ferry (Persero)