Aceh Masuki Era Pembangunan Berkelanjutan
23.02.2009

 

Banda Aceh, 23 Februari 2009 - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono   meresmikan 13 proyek pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi dan infrastruktur di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang telah selesai dikerjakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, Departemen Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi NAD, Pemerintah Kota Banda Aceh dan para lembaga mitra.

Bertempat di Lapangan Blang Padang, Presiden menandatangani prasasti Taman Internasional “Aceh Thanks The World”, Museum Tsunami Aceh, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Politeknik Aceh, Bendungan Keuliling, Kapal Motor Penyeberangan (KMP) BRR, Jembatan Krueng Keureuto di Aceh Utara, Jembatan Cunda di Lhokseumawe, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Aceh Tenggara, SPAM Aceh Selatan, Terminal Penumpang Tipe A Banda Aceh, Stasiun Perum Damri beserta 28 bus Damri, dan Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) di Aceh.

“Bapak Presiden hadir di tengah kita untuk meresmikan dan meninjau proyek-proyek penting yang menjadi monumen kerjasama berbagai pihak yang telah bahu-membahu membangun negeri yang kita cintai,” ujar Kepala Badan Pelaksana BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto dalam laporannya.

“Dari ketiga belas proyek senilai 715,3 milyar Rupiah yang akan diresmikan oleh Bapak Presiden, diantaranya terdapat 8 proyek rehabilitasi dan rekonstruksi hasil kerja BRR, Pemerintah Provinsi NAD, Pemerintah Kota Banda Aceh beserta para mitranya, dan 5 proyek Departemen Pekerjaan Umum,“ tambah Kuntoro, “Hasil-hasil yang telah dicapai selama empat tahun ini adalah modal yang sangat kuat bagi pembangunan daerah di Aceh maupun Nias.”

Dalam kurun waktu 4 tahun rehabilitasi dan rekonstruksi yang dikoordinasi dan dilaksanakan oleh BRR NAD Nias telah berhasil membangun 134 ribu unit rumah tinggal permanen, 3.600 kilometer jalan baru, 12 airport atau airstrip, 20 pelabuhan laut, hampir 1.500 unit sekolah termasuk 39.000 guru yang telah mengikuti pelatihan, 1.000 fasilitas kesehatan, 987 bangunan pemerintah, dukungan bagi 195 ribu unit UKM, dan 70.000 hektar lahan pertanian kembali berproduksi. Semuanya diharapkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Dalam kesempatan Forum Koordinasi Aceh Nias ke-4 di Jakarta pada tanggal 13 Februari lalu, Gubernur NAD, Irwandi Yusuf menyatakan bahwa pemerintah daerah dan rakyat Aceh siap untuk melangkah maju ke perjalanan selanjutnya. “Saya ingin meyakinkan anda bahwa dengan dukungan anda, kita akan dapat memasuki era pembangunan berkelanjutan,” ujar Irwandi Yusuf. Gubernur juga mengundang dukungan dari para pihak yang selama ini mendukung Aceh untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Dalam rangka mencapai hal ini kami akan menjajaki bentuk-bentuk kerjasama baru dengan masyarakat lokal, masyarakat sipil, donor dan badan-badan internasional serta sektor swasta. Pemerintah saya mengambil banyak langkah untuk mendukung kerjasama ini,” tambah Irwandi Yusuf.

Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah provinsi Aceh antara lain program fasilitasi investasi di Aceh melalui Investor Outreach Office (IOO). Selain itu pihak pemerintah provinsi telah menyiapkan fasilitas pendukung koordinasi bagi LSM dengan dinas terkait, khususnya untuk melaksanaan proyek pembangunan dan peningkatan ekonomi daerah.

“Kebaikan dunia yang telah diberikan untuk memulihkan Aceh dan Nias wajib kita hormati dengan sebaik mungkin merawat dan memeliharanya. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi kami para pelaku rehabilitasi dan rekonstruksi untuk melihat bahwa hasil keringat dan kerja keras kami dapat memberikan manfaat yang maksimal demi kehidupan masyarakat Aceh dan Nias yang kita cintai,” disampaikan Kuntoro Mangkusubroto.

Presiden juga menyerahkan secara simbolis Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri Tahun 2009 senilai 222,88 miliar Rupiah untuk 30 Kabupaten/Kota kepada Gubernur NAD. Selain itu, Presiden juga menyerahkan bantuan 3.000 Paket Sembako untuk masyarakat kurang mampu.

Acara juga meliputi penyerahan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Provinsi NAD oleh perwakilan Bank Rakyat Indonesia senilai 263,883 miliar Rupiah, oleh perwakilan Bank Negara Indonesia senilai 26,08 miliar Rupiah dan oleh perwakilan Bank Mandiri senilai 10,7 miliar.

Setelah melakukan peresmian tersebut, Presiden juga mengunjungi beberapa proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yaitu Museum Tsunami Aceh, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue dan KMP BRR. Selain dihadiri oleh ribuan anggota masyarakat, peresmian juga dihadiri oleh para menteri kabinet yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S., Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Djusman Syafi’i Djamal, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil.

Sumber: e-aceh-nias.org