13.08.2008
JAKARTA: PT Indonesia Ferry (Persero), sebelumnya PT ASDP Indonesia Ferry, akan mengubah sistem tiket lintas Merak-Bakauheuni menjadi berbasis elektronik mulai 15 September untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang. Direktur Utama PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto mengatakan pihaknya mengakui banyak kesalahan sistem dan sumber daya manusia pada operasional perusahaan pada masa lalu. "Masalah ASDP, yang sekarang menjadi Indonesia Ferry, memang bersumber pada faktor manusia dan sistem. Seperti di Merak yang masih menggunakan tiket kertas membuka peluang besar bagi petugas untuk melakukan pelanggaran," ujarnya, kemarin. Buruknya kualitas mental pegawai Indonesia Ferry tidak hanya terjadi di Merak, tetapi juga di lintasan-lintasan lainnya. Hal ini menyebabkan perusahaan tersebut kehilangan pendapatan hingga 30% dari seharusnya. Bambang menargetkan pendapatan pada 2008 sebesar Rp760 miliar dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, tax, depreciation, and amortization/EBITDA) sebesar Rp110 miliar.
"Dengan perbaikan yang dilakukan tahun ini, saya pribadi optimistis pendapatan bisa naik 30% dari target dan EBITDA akan naik hingga tiga kali lipat," ujarnya. Sejumlah langkah telah dilakukan untuk memperbaiki kinerja karyawan Indonesia Ferry diantaranya dengan menaikkan gaji sebesar 10%-68% dan perbaikan sistem teknologi informasi yang meliputi pengembangan software manajemen kapal dan penerapan sistem tiket elektronik di lintas Merak-Bakauheuni.
Biaya untuk keseluruhan perbaikan dan penambahan peralatan IT diperkirakan sekitar Rp5miliar dan perbaikan di pelabuhan rata-rata Rp26 miliar per pelabuhan. Biaya lainnya baru bisa dihitung pasti setelah sistem elektronik tiket diberlakukan. Masih di lintasan tersebut, BUMN itu berencana menambah jumlah kapal karena dari 30 kapal yang tercatat beroperasi di sana, hanya ada 15 kapal yang layak beroperasi, sisanya sering keluar lintasan dengan alasan perbaikan. Hal tersebut yang menimbulkan antrean kendaraan dan penumpang menjadi panjang pada liburan sekolah dan masa-masa angkutan Lebaran.
Perbaikan dermaga
Setelah perbaikan SDM, kapal, dan sistem manajemen trafik, Indonesia Ferry juga melakukan pengembangan di dermaga. Di Dermaga 4 Merak akan diperbaiki tahun ini bersamaan dengan pembangunan Dermaga Plengseran atau sementara 5. Tahun depan, Dermaga Plengseran 5 akan dibangun menjadi Dermaga 5 dan bekas lahan parkir bus dibangun menjadi Dermaga 6.
Penambahan fasilitas di pelabuhan tiga lintasan yaitu Merak-Bakauheuni, Ujung-Kamal, dan Ketapang-Gilimanuk juga dilakukan menjelang Lebaran yang diproyeksikan menjadi rest area seperti pada jalur tol.
Menurut Bambang, biaya untuk perbaikan tidak menjadi masalah karena Indonesia Ferry saat ini memegang uang tunai sebesar Rp330 miliar.
Pihaknya bahkan berencana memiliki kapal yang dapat menampung 1.000 penumpang dan 320 truk untuk lintasan Ujung-Kamal dengan waktu tempuh 35 menit. (fita.indah@bisnis.co.id)
Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia
Sumber : Bisnis Indonesia , 6 Agustus 2008

INFO MUDIK ASDP
@Info_ASDP
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
PERUM DAMRI
PT. PELNI
PT. KERETA API (Persero)

