Kepadatan Penumpang Diprediksi Masih akan Terjadi pada Sabtu Malam
27.08.2011

 MERAK – Masyarakat yang hendak menyeberang melalui Selat Sunda diimbau untuk melakukan perjalanan mudik pada Minggu (28/8) siang. Hal ini dikarenakan, pada Sabtu malam ini arus mudik lebaran yang melalui Pelabuhan Penyeberangan Merak diprediksi masih akan tinggi seperti yang terjadi pada H-4, Jumat malam (26/8) kemarin. Masa-masa puncak mudik lebaran tahun ini di Pelabuhan Penyeberangan Merak diprediksi baru akan berakhir pada Minggu (28/8) mendatang.

 

  "Jumlah penumpang kami perkirakan malam ini masih tinggi, karena walau semalam terlihat padat sekali, jumlahnya belum sebanding dengan puncak arus mudik di tahun lalu. Masa libur lebaran tahun ini yang cukup panjang agaknya bakal membuat puncak arus mudik lebih tersebar. Dengan begitu masyarakat bisa memilih hari keberangkatan mudik mereka," kata Sirajuddin Saini, Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Dari data yang diperoleh, jumlah penumpang yang menyeberang di Pelabuhan Merak pada H-4 tahun 2011 mencapai 109.221. Jumlah sepeda motor yang diseberangkan sebanyak 13.201, sedangkan jumlah kendaraan roda empat mencapai 8.000. Sebagai perbandingan, pada puncak mudik tahun lalu jumlah pemudik mencapai 113.430 penumpang, sementara jumlah sepeda motor 18.101 dan mobil 10.968.

Kunjungan Kapolri dan Panglima TNI

Sabtu (27/8) pagi, pukul 10.00 WIB, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Polisi) Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono meninjau kondisi penyelenggaraan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI mendapatkan penjelasan langsung dari Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Sirajuddin Saini dan Kepala Cabang Pelabuhan Merak Lamane mengenai kondisi kesiapan Pelabuhan Penyeberangan Merak dalam menyambut arus mudik.

Timur menyampaikan bahwa pelayanan Angkutan Lebaran di jalur Merak-Bakauheni telah mengalami perbaikan setiap tahunnya. "Semuanya sampai hari ini berjalan dengan tertib, aman, tidak ada kecelakaan dan semua terlayani. Pelayanan di sini sudah optimal, bagus. Tinggal kita pertahankan," jelas Kapolri.

Kapolri yang juga pernah bertugas selama tiga tahun menjadi Kapolda Banten tersebut mengatakan bahwa kondisi negara yang banyak mengalami kemajuan menyebabkan pergerakan kendaraan yang menyeberang melalui Selat Sunda semakin banyak. Hal ini menyebabkan daya angkut kapal di Selat Sunda dan daya tampung area pelabuhan terasa semakin minim.

"Saya kira antrean beberapa hari yang lalu karena kapal kurang. Kapalnya sekarang sudah ditambah. Tetap macet, kan? Artinya, masyarakat yang melalui jalur ini sangat banyak dan bertambah terus. Artinya negara kita maju, makmur. Ini semua kan bawa duit. Polri, TNI dan aparat yang berkaitan dengan pelabuhan diharapkan bertindak optimal supaya mereka cepat sampai ke tujuan, bisa bertemu dan bersenang-senang dengan keluarga. Dengan demikian, kemakmuran juga akan bisa dirasakan di daerah."

Jumlah personel kepolisian sendiri yang diperbantukan dalam pelayanan Angkutan Lebaran di Pelabuhan Penyeberangan Merak mencapai 168 personel. Bantuan pasukan pengamanan ini melengkapi sekitar 800-an personel operasional Angkutan Lebaran yang merupakan gabungan dari ASDP Cabang Merak, ASDP Pusat, outsourcing, tenaga security, BKO, Dishub, Gapasdap, relawan dan cleaning service.

Kapolri dan Panglima TNI yang didampingi jajaran pejabat terkait juga menyempatkan melihat langsung suasana di loket penumpang. Setelah itu, kedua petinggi negara ini melanjutkan peninjauan ke Dermaga 2 dan memerhatikan kendaraaan yang tengah naik ke KMP Jatra I. Keduanya kemudian meninjau kondisi arus kendaraan di Dermaga 3 dan diakhiri meninjau areal parkir kendaraan di depan toll gate tiket kendaraan Pelabuhan Merak.

Timur menyarankan agar Pelabuhan Merak memprioritaskan pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk menyeberang dibanding pemudik yang menggunakan mobil. Hal ini disebabkan tingkat kelelahan pemudik bermotor diperkirakan lebih tinggi yang dapat membuat suasana sulit dikendalikan.

 

Media Relation ASDP