Ketapang-Gilimanuk Ditata, Asongan Diberi Seragam
03.08.2009

Balipost, PEDAGANG menjadi salah satu bagian penting yang difokuskan dalam penataan Pelabuhan Ketapang - Gilimanuk oleh PT Indonesia Ferry (Persero). Sebab, pedagang akan memberi warna tersendiri bagi setiap pelabuhan. Penataan pedagang yang baik secara otomatis akan memudahkan sistem keamanan dan kenyamanan di pelabuhan. Demikian diungkapkan Dirut PT Indonesia Ferry Bambang Soerjanto, Jumat (31/7) lalu.

Ditegaskannya, penataan serupa telah dilakukan di Pelabuhan Merak Bakauheni pada Mei 2008. Pelabuhan yang dulunya semerawut, sudah bisa tertata dengan baik. Di antaranya dengan memberikan seragam yang berbeda bagi setiap pedagang asongan di setiap dermaga. Karenanya, selain pedagang kelihatan lebih rapi, sekaligus memudahkan petugas keamanan untuk memantaunya.

Hal yang sama, kata Bambang, juga akan dilakukan di Ketapang - Gilimanuk. ''Kami harapkan dengan terdaftarnya para pedagang di pelabuhan, akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen maupun pedagang itu sendiri. Karenanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak ada pelarangan untuk berjualan, meskipun pada awalnya mereka kita pindahkan dulu, serta mengikuti peraturan berjualan yang telah ditetapkan,'' ujarnya.

Pentingnya penataan pelabuhan, menurut Bambang, karena pelabuhan merupakan objek vital negara. Pendataan tersebut diperlukan untuk melakukan penataan identitas para pelaku ekonomi di pelabuhan.

Untuk mencapai industri feri yang modern dan andal, Indonesia Ferry mengacu pada tiga komponen utama. Pertama, keamanan dan kenyamanan harus dibenahi dulu agar selanjutnya timbul kepercayaan masyarakat dan pengguna jasa di kapal dan di pelabuhan. Komponen terakhir, yaitu faktor ekonomi akan mengikuti dengan sendirinya.

Demikian pula tiket elektronik akan diberlakukan untuk meningkatkan kepercayaan dan kenyamanan penumpang sehingga memudahkan pengelolaan. Tidak ada lagi kelebihan muatan, penggunaan tiket bekas, dan penyalahgunaan harga serta memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pengguna jasa.

Kata Bambang, modernisasi pelabuhan ditujukan untuk menghilangkan citra pelabuhan penyeberangan yang kumuh dan menjadikan pelabuhan yang aman, nyaman dan modern. Untuk mewujudkan hal itu, setiap orang yang melakukan aktivitas di pelabuhan harus didata. Tujuannya untuk mengetahui identitas sehingga memudahkan penjaminan keamanan. Mereka juga akan dilengkapi dengan pemakaian rompi, ID card dan seragam yang berbeda warna.

Pendekatan yang dilakukan menggunakan analogi ekosistem yang berimbang. Walau pembenahan dilakukan, namun Indonesia Ferry tetap memikirkan kelangsungan usaha para pedagang yang beraktivitas di pelabuhan. Salah satunya melalui program kemitraan dan bina lingkungan yang meliputi pemberian modal, atribut dan perlengkapan, seragam dan mobil toko (moko). Demikian pula akan dibangun sarana ibadah, sistem keamanan yang terpadu, pengadaan mobil pintar, atribut asongan, pembenahan kios pedagang, mobil sampah serta penataan pangkalan ojek agar lebih nyaman.

''Pada dasarnya aktivitas ekonomi pelabuhan tetap dapat dijalankan, namun ditata lebih tertib guna memberikan keamanan dan kenyamanan. Sebab, pedagang merupakan bagian dari denyut nadi pelabuhan yang diperlukan oleh konsumen,'' tegas Bambang.

Untuk itu baju seragam tersebut akan dibagikan minggu depan setelah Indonesia Ferry memperoleh data yang akurat para pedagang di Pelabuhan Ketapang maupun di Pelabuhan Gilimanuk. (r/*)