PT. Indonesia Ferry Sempurnakan Jadwal Pelayaran
04.02.2009

JAKARTA - (Pelita.or.id), PT. Indonesia Ferry (Persero) menyempurnakan jadwal pelayaran kapal untuk lintasan Ketapang-Gilimanuk pada 14 Januari 2009 dan Padang Bai-Lembar pada 19 Januari 2009 sebagai upaya profesionalisme dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa.

Perbaikan jadwal pelayaran ini sebelumnya dilakukan lintasan penyeberangan Merak-Bakauheni. Tujuannya mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat dan pemerataan kesempatan untuk semua perusahaan pelayaran, tegas Direktur Utama PT Indonesia Ferry (Persero), Bambang Soerjanto, di Jakarta, kemarin.
Dikatakan, pola jadwal kapal yang lama memiliki dampak yang tidak baik bagi aktifitas penyeberangan antar pulau di lintasan Ketapang-Gilimanuk dan Padang Bai-Lembar.

 Jadwal lama memiliki dampak seperti antrean kendaraan yang cukup panjang bahkan sampai keluar pelabuhan, pengguna jasa terlalu lama menunggu kapal, pengaturan lalu lintas di dalam pelabuhan menjadi sulit, serta semakin banyak pengurus bus/truk dan pedagang asongan yang berada di dalam areal pelabuhan," kata Bambang.

Dengan penyempurnaan jadwal ini, sebuah perusahaan penyeberangan tidak lagi memonopoli waktu sandar di masa puncak penumpang, pada pagi dan siang hari.

Bambang menambahkan beberapa hal yang menyebabkan pola lama dari jadwal kapal tersebut tidak berjalan dengan baik adalah belum dilakukannya regrouping kapal sesuai dengan spesifikasi kapal dan dermaga.

Pola lama juga masih memberlakukan sistem sisipan kapal berdasarkan satu bendera perusahaan dimana hal tersebut akan menguntungkan perusahaan yang memiliki kapal lebih banyak di suatu lintasan. Sebaliknya, perusahaan yang memiliki sedikit kapal lebih dirugikan.

Selain itu, perusahaan yang memiliki banyak kapal sering berlaku seenaknya dengan mengganti-ganti kapalnya sesuai dengan kondisi muatan.
Seperti yang terjadi di lintasan Padang Bai-Lembar, pendapatan PT. Jembatan Madura mencapai 50,6 persen (Rp. 105,951 miliar) dari total pendapatan selama tahun 2008 sebesar Rp. 211,639 miliar.

Di dalam pola jadwal yang lama, Bambang mengatakan jadwal reguler masih sering ditinggalkan oleh beberapa kapal dengan alasan muatan sedikit, padahal muatan diseberang sangat padat.

 Home base kapal juga belum terbagi pada masing-masing pelabuhan, sehingga berpotensi pada terlambatnya antisipasi dari pihak pelabuhan apabila terjadi kepadatan.
 

Dibawah standar
Perihal kecepatan kapal, masih terdapat kapal-kapal yang kecepatannya dibawah standar. Kemudian, masih terdapat kapal yang tidak memfungsikan kedua rampdoor kapal dan tidak memiliki side ramp untuk bongkar muat penumpang, sehingga menghambat kecepatan bongkar muat.

Untuk mendukung kelancaran dari penerapan jadwal kapal yang baru, BUMN ini telah melakukan tahapan sosialisasi kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di dua lintasan penyeberangan tersebut.

 Selain itu, akan memperluas sistem elektronik seperti yang telah diterapkan di Pelabuhan Merak di beberapa pelabuhan lainnya seperti Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padang Bai, dan Lembar paling lambat pada akhir Maret 2009, sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

 PT. Indonesia Ferry adalah perusahaan jasa angkutan penyeberangan dan pelabuhan penyeberangan yang menguntungkan sekaligus menjalankan fungsi publik dalam menyediakan transportasi antar pulau yang bersebelahan dan menyatukan pulau-pulau besar, serta menyediakan akses transportasi publik ke wilayah yang belum memiliki penyeberangan guna mempercepat pembangunan (penyeberangan perintis) serta mendukung terciptanya kesatuan negara Republik Indonesia, tercermin dari slogan: We bridge the nation Bangga Menyatukan Nusantara.

BUMN penyeberangan ini memberdayakan karyawan sebanyak 3.600 orang yang tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung kinerja perseroan. Memiliki 90 kapal yang dapat melayani masyarakat Indonesia dengan total 34 pelabuhan, yang 17 diantaranya adalah pelabuhan perintis dan 17 lainnya adalah pelabuhan komersial yang tersebar di pelosok tanah air. (y)

Sumber: www.pelita.or.id