Indonesia Ferry Atur Jadwal
22.01.2009

JAKARTA - (Kompas), Badan Usaha Milik Negara PT. Indonesia Ferry mengatur kembali jadwal penyeberangan di pelabuhan-pelabuhan utama yang dikelolanya. Pengaturan kembali jadwal telah diterapkan di Pelabuhan Penyeberangan Merak (Banten) – Bakauheni (Lampung) menjelang Lebaran 2008, Ketapang (Jawa Timur) – Gilimanuk (Bali) sejak 14 Januari 2009, dan Padang Bai (Bali) – Lembar (Lombok) sejak 19 Januari 2009.

“Pengaturan kembali jadwal penyeberangan, untuk pelayanan publik. Selain itu, supaya ada pemerataan pendapatan bagi seluruh operator. Dan itu adalah wewenang Indonesia Ferry  menurut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 11 Tahun 2002,” kata Direktur PT. Indonesia Ferry, Bambang Soerjanto, Rabu (21/1) di Jakarta.

Di Pelabuhan Padang Bai-Lembar, misalnya, masa sandar kapal setelah dijadwal ulang bisa ditekan maksimal 1 jam dan 20 menit, “Kami akan menurunkan masa sandar lagi maksimal jadi 1 jam, “ ujar Bambang. Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat  tak lagi harus menunggu lama sebelum masuk ke feri. Di Pelabuhan Merak, kini rata-rata masa sandar 45 menit.

Penjadwalan ulang dimaksudkan supaya sebuah perusahaan penyeberangan tidak memonopoli waktu sandar di masa puncak penumpang, pada pagi maupun sore hari. Sebelum ada pengaturan jadwal, misalnya di lintas Padang Bai-Lembar, porsi pendapatan PT. Jembatan Madura 50,6 persen (Rp 106 miliar), PT. Dharma Lautan Utama 13,26 persen (Rp29 miliar), dan PT. Indonesia Ferry 8,12 persen (Rp17 miliar).

Untuk meningkatkan pendapatan, PT. Indonesia Ferry akan memperluas tiket elektronik. Paling lambat akhir Maret 2009. E-tiket diberlakukan di Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Padang Bai, dan Lembar.

(Ryo)