PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Lakukan Persiapan Lebaran
07.06.2013

 

Jakarta, 7 Juni 2013– Menjelang Operasi Angkutan LebaranTahun 2013, PT ASDP Indonesia Fery (Persero) telah melakukan persiapan teknis di berbagai aspek. Mulai dari kesiapan armada, sumber daya manusia juga kesiapan infrastruktur pelabuhan. “Kami selalu melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pihak-pihak terkait di pelabuhan demi kelancaran arus mudik pada masa Angkutan Lebaran mendatang,” tegas Prasetiyo Bakti Utomo, Direktur Usaha Pelabuhan PT ASDP.
 
Pemantauan Operasi Angkutan Lebaran secara nasional akan dilakukan di tujuh lintasan utama yaitu Merak - Bakauheni, Ketapang - Gilimanuk, Padangbai - Lembar, Ujung – Kamal, Palembang – Muntok, Kayangan – Pototano, dan Bajoe – Kolaka. PT ASDP sendiri menambah sejumlah empat cabang yang akan dipantau diantaranya Balikpapan – Penajam, Batulicin – Tanjung Serdang, Telaga Punggur – Tanjung Uban dan Bastiong –Sidang Oli – Rum. Hal tersebut dilakukan atas dasar tingkat arus penyeberangan yang juga cukup ramai saat Angkutan Lebaran.
 
Secara umum, PT ASDP memprediksikan adanya kenaikan produksi khususnya pada kendaraan yaitu sekitar 5 – 10 persen dibandingkan tahun 2012 lalu. “Saat ini kami sudah bersiap diri untuk menyambut arus mudik Lebaran tahun 2013, diantaranya pemantapan kordinasi dengan instansi terkait, pemeriksaan kesiapan sarana dan prasarana serta pola operasi, evaluasi persiapan jadwal kapal, mempersiapkan POSKO dan CCTV, Penyempurnaan terhadap fasilitas pelabuhan dan fasilitas kapal yang rusak, Pengaturan manajemen pelabuhan, dan sosialisasi kebijakan angkutan lebaran.” Ujar Christine Hutabarat selaku Corporate Secretary PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).
 
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) juga merencanakanakan menambah empat unit kapal ro-ro untuk di lintasan Merak - Bakauheni. Dengan penambahan empat unit kapal ini diharapkan dapat meningkatkan daya angkut penyeberangan Merak – Bakauheni hingga 6 - 7 persen dimana lintasan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini merupakan lintasan ASDP yang paling padat. “Persiapan untuk angkutan Lebaran tahun ini kami lakukan secara intensif 2 bulan sebelumnya secara maksimal. Kami berharap untuk Arus Mudik Lebaran tahun 2013 ini akan lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya dan para pemudik dapat menyeberang dengan aman dan nyaman” tuturnya.
 
Selain kesiapan teknis, PT ASDP juga berencana akan memberlakukan kebijakan khusus pada Operasi Angkutan Lebaran tahun 2013. Untuk menghindari terjadinya kepadatan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Merak selama Arus Mudik Lebaran Tahun 2013, maka sesuai dengan kesepakatan dari DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghimbau kepada seluruh pengguna jasa, khususnya yang mempergunakan kendaraan roda 4 (sedan/mobil pribadi) mulai sejak H-5 (Sabtu, 3 Agustus 2013) agar Menyeberang dari Pelabuhan Penyeberangan Merak ke Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni mulai sejak Pukul 06.00 s/d pukul 20.00 WIB dimana bila diluar waktu tersebut, maka pengguna jasa akan mengalami hambatan perjalanan karena diperkirakan bersamaan waktunya dengan arus kendaraan R-2 (Sepeda Motor) yang akan menyeberang.
 
“Seperti kita ketahui, jumlah pengendara motor dari tahun ke tahun bertambah banyak. Untuk mengatur arus penyeberangan massal pengendara motor, kami berencana akan menerapkan satu kebijakan waktu penyeberangan. Jadi untuk kendaraan bermotor akan difokuskan pada malam hari,” ujar Prasetiyo. Kebijakan ini masih dalam proses pematangan di pihak internal. Tujuan kebijakan tersebut sebagai upaya kelancaran arus pengendara motor demi keamanan, kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa. “Mudah - mudahan kebijakan penyeberangan motor pada malam hingga pagi hari akan mampu mengurai penumpukkan  di masa puncak arus mudik,” harap Prasetiyo.
Corporate Secretary