23.01.2009
JAKARTA - (Kontan), Manajemen PT. Indonesia Ferry boleh tersenyum puas. Kinerjanya pada tahun 2008 lumayan gemilang. BUMN pelayaran ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp. 829 miliar. Angka ini melampaui target awal sebesar Rp. 736 miliar.
Namun, sampai saat ini, manajemen Indonesia Ferry belum memastikan target pendapatan pada tahun 2009, "Kami baru bisa bicara setelah Rapat Umum Pemegang Saham minggu besok", ujar Direktur Utama PT. Indonesia Ferry Bambang Soerjanto, Rabu (21/1).
Sebaliknya, yang sekarang sedang menjadi fokus Indonesia Ferry adalah membenahi jadwal berlabuh kapal di Pelabuhan Lembar, Nusa Tenggara Barat dan Pelabuhan Ketapang, Bali. Jadwal berlabuh di dua pelabuhan ini masih sangat ruwet.
Hal ini terjadi lantaran ada praktik monopoli oleh perusahaan yang memiliki banyak kapal. Bambang mencontohkan, bila ada satu kapal yang tiba-tiba rusak di tengah laut, perusahaan itu meminta jadwal berlabuhnya digantikan oleh kapal miliknya yang lain. "Semestinya diatur sesuai dengan nomor antrean", tandas Bambang.
Untuk mencegah monopoli ini, Indonesia Ferry berencana memperbaiki jadwal berlabuh kapal. Caranya, dengan menghapuskan sistem sisipan kapal suatu perusahaan. "Sekarang kami sudah mulai melakukan sosialisasi, kebijakan kami ini sudah sesuai aturan", ungkap Bambang.
Kini, di Pelabuhan Lembar dan Ketapang terdapat 31 kapal dari pelbagai perusahaan. Pendapatan Indonesia Ferry di dua pelabuhan itu mencapai Rp. 300 juta pada tahun 2008. Perinciannya, pendapatan dari Pelabuhan Lembar sebesar Rp. 211,6 juta dan dari Pelabuhan Ketapang sebesar Rp. 111,1 juta.
Oleh: Yudo Widiyanto

INFO MUDIK ASDP
@Info_ASDP
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
PERUM DAMRI
PT. PELNI
PT. KERETA API (Persero)

