21.12.2008
JAKARTA, BANGKA POS - PT Indonesia Ferry mulai memberlakukan aturan toleransi nol persen atas kelebihan muatan (zero percent overload) sejak Sabtu di Pelabuhan Merak, Banten. Langkah ini sesuai dengan instruksi Departemen Perhubungan.
Dirut PT Indonesia Ferry, Bambang Soerjanto mengatakan, BUMN yang dulu bernama ASDP ini telah siap dalam menerapkan aturan toleransi nol persen atas kelebihan berat muatan tersebut dan PT Indonesia Ferry telah menjalankannya.
“Hingga hari ini kami telah mengeluarkan 34 truk tronton golongan VII dan VIII yang melebihi batasan muatan tersebut,” ujar Bambang dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (22/11).
Menurutnya, pemberlakuan toleransi nol persen atas kelebihan berat muatan mendukung penerapan transformasi bisnis dalam peningkatan pelayanan dan keselamatan. Kebijakan tersebut nantinya juga akan diterapkan di pelabuhan penyeberangan lainnya.
“Pembatasan tonase terhadap truk, akan mengoptimalkan tingkat keamanan kapal dan untuk menjaga kualitas kekuatan jembatan menuju kapal (mobile bridge). Sebagai regulator yang memberikan fasilitas kepada operator lain di lingkungan pelabuhan, kebijakan toleransi nol persen atas kelebihan berat muatan juga dapat meningkatkan keuntungan bagi operator penyeberangan,” ujar Bambang.
Bambang menambahkan, untuk menjalankan kebijakan tersebut, PT Indonesia Ferry tidak memerlukan persiapan khusus. PT Indonesia Ferry memberikan pilihan bagi truk yang melebihi bobot yang telah ditetapkan untuk menurunkan muatannya di luar area pelabuhan atau menambah unit truk.
“Apabila alternatif tersebut tidak dipilih, truk tidak bisa naik ke kapal,” ungkap dia.
Anggota Asosiasi Perusahaan Penyeberangan Indonesia (APPI) Bambang Harjo mengatakan, kebijakan tersebut dapat menambah efisiensi perawatan kapal, sehingga masa pakai kapal menjadi lebih lama. Dampak positif lainnya, terwujudnya penghematan anggaran untuk penyediaan bahan-bakar kapal, menjadikan stabilitas kapal semakin baik, serta dapat menghindari peristiwa-peristiwa yang disebabkan oleh bobot kapal yang melebihi standar.
“Kondisi tersebut dapat meningkatkan pendapatan karena adanya efisiensi dari operasional kapal,” tambah Bambang Harjo.
PT Indonesia Ferry (Persero) adalah perusahaan jasa angkutan penyeberangan dan pengelola pelabuhan penyeberangan yang menguntungkan, yang menyediakan transportasi antar pulau untuk mempercepat pembangunan (penyeberangan perintis) serta mendukung terciptanya kesatuan negara Republik Indonesia.
Untuk mendukung kinerja, PT Indonesia Ferry memberdayakan 3.600 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini memiliki 90 kapal dan 34 pelabuhan (17 pelabuhan perintis dan 17 pelabuhan komersial).(PersdaNetwork/ewa)
Dampak Positif Penerapan Nol Persen Kelebihan Muatan
- Menjaga kualitas kekuatan jembatan menuju kapal
- Terwujudnya penghematan anggaran untuk penyediaan bahan bakar kapal.
- Menjadikan stabilitas kapal semakin baik.
- Menghindari peristiwa-peristiwa yang disebabkan oleh bobot kapal yang melebihi standar.
Sumber: PT Indonesia Ferry (Persero)

INFO MUDIK ASDP
@Info_ASDP
KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
PERUM DAMRI
PT. PELNI
PT. KERETA API (Persero)

